FORUM FK UNSRI

Seven Star Doctor : (1) Care Provider, (2) Decision-Maker, (3) Communicator, (4) Community Leader, (5) Manager, (6) Researcher, (7) Iman dan Taqwa
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 masuk angin atau hipoglikemi?

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
enggarwardhani
Mahasiswa Kedokteran
Mahasiswa Kedokteran


Jumlah posting : 60
Reputation : 1
Join date : 14.12.10
Age : 24
Lokasi : Palembang

PostSubyek: masuk angin atau hipoglikemi?   Tue Feb 01, 2011 8:55 am

kemarin tetanggaku pingsan dalam keadaan mata terbuka. heboh deh sekampung pokonya,
Anamnesis keluarga : bliau lagi puasa senin-kamis, tinggal sendiri di rumah (ibu dan suami lg pergi, anak di sekolah), habis nyuci baju sekeluarga, dan memang sering pingsan sejak masih kecil.

pas gw cek tekanan darahnya, normal : 120/70 mmHg, pulse rate normal, tdk palpitasi
kaki diraba dingin, sementara kepala diraba hangat.

langsung deh, gw mendiagnosis: wah, ini hipoglikemi. dan karena udah syncope, tatalaksananya dilonggarkan (tali BH, celana, dll yang mengikat), posisi kaki lebih tinggi dari kepala. pas dicoba kasih minum, ga ada respon untuk menelan, yaudah unt sementara gitu aja sambil diberi minyak angin.
tapi, ada lagi keluarganya tetangga gw yang bilang, "wah, ini masuk angin nih. trus urat tengkuknya terkunci". alhasil keluarga tetangga gw itu pun ngambil koin dan minyak trus kerok punggung, tangan, dan tengkuk. ga berapa lama kulitnya tetangga gw jadi merah. si keluarga senyum puas, merasa mengobatannya manjur.

tapi ttep tetangga gw ga sadar. 10 menit kemudian, datenglah tukang urut. periksa tetangga gw itu. bliau bilang "wah, iya. ini sih masuk angin karena kurang makan nih." lalu diurut lah tetangga gw itu.

ketika lg diurut, mata tetangga gw itu yg tadinya masih membuka, trus menutup pelan-pelan dan mulai terdengar suara mendengkur. artinya kondisi nya udah berubah, dari pingsan menjadi tidur.

pertanyaan gw, apa sih masuk angin itu? kenapa setelah di urut justru dia baikan? Gimana manfaat kerokan dalam kasus ini, membantu, atw ga bermakna apa-apa? cheers
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
wouch
Tukang Becak


Jumlah posting : 15
Reputation : 1
Join date : 08.03.10
Age : 25
Lokasi : magnificient town

PostSubyek: Re: masuk angin atau hipoglikemi?   Tue Feb 01, 2011 7:35 pm

enggarwardhani wrote:
kemarin tetanggaku pingsan dalam keadaan mata terbuka. heboh deh sekampung pokonya,
Anamnesis keluarga : bliau lagi puasa senin-kamis, tinggal sendiri di rumah (ibu dan suami lg pergi, anak di sekolah), habis nyuci baju sekeluarga, dan memang sering pingsan sejak masih kecil.

pas gw cek tekanan darahnya, normal : 120/70 mmHg, pulse rate normal, tdk palpitasi
kaki diraba dingin, sementara kepala diraba hangat.

langsung deh, gw mendiagnosis: wah, ini hipoglikemi. dan karena udah syncope, tatalaksananya dilonggarkan (tali BH, celana, dll yang mengikat), posisi kaki lebih tinggi dari kepala. pas dicoba kasih minum, ga ada respon untuk menelan, yaudah unt sementara gitu aja sambil diberi minyak angin.
tapi, ada lagi keluarganya tetangga gw yang bilang, "wah, ini masuk angin nih. trus urat tengkuknya terkunci". alhasil keluarga tetangga gw itu pun ngambil koin dan minyak trus kerok punggung, tangan, dan tengkuk. ga berapa lama kulitnya tetangga gw jadi merah. si keluarga senyum puas, merasa mengobatannya manjur.

tapi ttep tetangga gw ga sadar. 10 menit kemudian, datenglah tukang urut. periksa tetangga gw itu. bliau bilang "wah, iya. ini sih masuk angin karena kurang makan nih." lalu diurut lah tetangga gw itu.

ketika lg diurut, mata tetangga gw itu yg tadinya masih membuka, trus menutup pelan-pelan dan mulai terdengar suara mendengkur. artinya kondisi nya udah berubah, dari pingsan menjadi tidur.

pertanyaan gw, apa sih masuk angin itu? kenapa setelah di urut justru dia baikan? Gimana manfaat kerokan dalam kasus ini, membantu, atw ga bermakna apa-apa? cheers


mencoba menelaah, tekanan darah normal namun kaki diraba dingin? kemungkinan perfusi darah ke jaringan tidak lancar, nah kerokan itu sendiri sebenarnya melebarkan pembuluh darah kapiler, namun bersifat sementara, terlihat dari bintik2 merah/guratan merah setelah dikerok, namun dalam jangka panjang kurang bagus karena dapat memecah pembuluh darah kapiler. Nah keadaan si ibu bisa membaik karena perfusi darah ke jaringan secara tidak langsung dibantu oleh kerokan. Maaf tidak bisa menjelaskan secara detil, mudah2an cukup membantu
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
enggarwardhani
Mahasiswa Kedokteran
Mahasiswa Kedokteran


Jumlah posting : 60
Reputation : 1
Join date : 14.12.10
Age : 24
Lokasi : Palembang

PostSubyek: Re: masuk angin atau hipoglikemi?   Tue Feb 01, 2011 11:24 pm

Ngomong2 ttg kerokan, nih ada artikel ttg keroka. enjoyyy

Kerokan Dalam Perspektif Kesehatan
Author: dr. Prasanthi
-----------
Source: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/012007/14/geulis/lainnya.htm

"JADI, kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan peningkatan panas, dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, memang kerokan sering dipahami sebagai cara "mengeluarkan angin". Padahal, angin atau udara tak pernah keluar lewat pori-pori, melainkan hanya bisa masuk atau keluar lewat
organ pernapasan dan pencernaan."


MASUK angin? Kerok saja! Anjuran "tradisional" semacam itu cukup sering mampir di telinga kita. Secara faktual, memang banyak orang merasa ketergantungan pada kerokan. Jadi, ketika pening menyerang dan meriang datang, penderita lebih memilih kerokan ketimbang pergi ke dokter atau puskesmas, misalnya. Lebih murah, praktis, dan lumayan cespleng.

Meskipun istilah masuk angin tidak terdaftar dalam kamus medis, namun ia merupakan penyakit umum. Gejalanya, antara lain meriang, kepala pening, leher dan persendian pegal-pegal.

Sementara, kerokan yang menggunakan minyak kelapa plus balsam dengan perangkat sekeping uang logam, merupakan salah satu cara untuk menghangatkan bagian tubuh yang dikerok. Ketika orang masuk angin, atau istilah kedokterannya commond cold suhu tubuh bagian belakang turun. Gejala ini terjadi akibat kekurangan energi panas. Kerokan dipercaya bisa menetralisasi suhu tubuh di bagian itu.

Tapi, dari sisi kesehatan, amankah cara ini?

**

ISTILAH masuk angin, sebenarnya tidak berarti bahwa angin benar-benar masuk ke dalam tubuh. Sesungguhnya, tiupan angin menyebabkan suhu tubuh menurun. Karena bagian belakang terkena angin, temperatur tubuh turun. Lalu, muncul gejala masuk angin seperti pusing, meriang, atau pegal-pegal tadi.

Peristiwa ini berbeda dengan pengaruh hawa dingin yang mengenai seluruh tubuh, baik bagian belakang maupun depan. Jadi, saat suhu udara turun, temperatur seluruh badan ikut turun. Sementara, paparan angin umumnya cuma mengenai salah satu sisi badan sehingga bagian itu saja yang turun suhunya. Wajar kalau orang lantas menyebutnya masuk angin.

Masuk angin akut lebih mudah dikenali karena biasanya berujung pada gejala flu seperti bersin-bersin dan pilek. Bila masuk angin tidak disadari dan berlangsung terus-menerus, bisa menimbulkan rasa sakit kronis. Paling sering terjadi adalah nyeri leher dan pundak gara-gara AC.

Masuk angin juga bisa menyebabkan perut kembung karena di bagian belakang tubuh terdapat titik-titik syaraf yang berhubungan dengan organ bagian dalam. Jika titik-titik itu kena rangsangan, organ dalam ikut kena.

Kerokan merupakan salah satu usaha untuk menyeimbangkan suhu tubuh. Guna menjelaskan pola keseimbangan itu, ada konsep dasar pengobatan Cina yang membagi tubuh jadi bagian tubuh panas (disebut yang) dan bagian tubuh dingin (yin).

Bagian yang meliputi kepala serta tubuh bagian belakang. Sementara yin terdapat pada tubuh bagian depan. Menurut konsep yin yang, orang terbilang sehat bila yin dan yang-nya dalam keadaan seimbang. Kalau tidak seimbang, akibatnya ya sakit. Yang terlalu tinggi, yin rendah, ya sakit juga.

Dalam hal masuk angin, penurunan suhu tubuh menyebabkan pembuluh darah di kulit tubuh bagian belakang mengalami penyempitan (konstriksi). Pembuluh darah kulit yang mengalami konstriksi memberi reaksi dingin. Konstriksi itu merupakan efek kompensasi. Saat suhu tubuh bagian belakang menurun, otomatis pembuluh darah kulit berkonstriksi agar seluruh tubuh tidak dingin.

Konstriksi itu bisa mengakibatkan oksigenasi pada permukaan tubuh (terutama bagian belakang) jadi turun atau berkurang, sekujur badan terasa sakit. Selanjutnya, muncul gejala bersin. Nah, tindakan kerokan bisa mengubah suhu tubuh jadi seimbang kembali.

**

DASAR pengobatan tradisional bersumber pada penyeimbangan empat pola penyakit yakni kuat, lemah, panas, dan dingin. Prinsip penyembuhannya adalah mengembalikan energi tubuh ke posisi seimbang. Kalau terlalu kuat dilemahan, yang lemah dikuatkan, kelewat panas didinginkan, terlalu dingin dipanaskan. Sehat itu adalah kondisi energi yang seimbang.

Demikian pula yang terjadi pada masuk angin. Guna menyembuhkannya, tubuh harus mengembalikan keseimbangan yang dan yin, salah satu caranya dengan menaikkan suhu lewat kerokan. Mengurangi yin, memang bisa jadi seimbang, namun tidak berada pada posisi normal.

Upaya peningkatan suhu di bagian belakang tubuh bisa berpedoman pada hukum Einstein (E=mC2). Energi atau panas dihasilkan dari gesekan dua benda. Kalau permukaan kulit dikerok, suhu tubuh pun akan meningkat. Panas yang cukup tinggi berefek melebarkan pembuluh darah dalam kulit. Otomatis, peredaran darah jadi lancar dan oksigenasi lebih baik sehingga rasa sakit di tubuh berkurang. Ujung-ujungnya, timbul pula reaksi otonomik (sistem parasimpatik). Saraf otonom pada bagian belakang tubuh jadi seimbang.

Jadi, kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan peningkatan panas, dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, memang kerokan sering dipahami sebagai cara "mengeluarkan angin". Padahal, angin atau udara tak pernah
keluar lewat pori-pori melainkan hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan.

Masuk angin gara-gara gempuran angin dingin AC tak perlu diobati. Cukup berpindah posisi atau mematikan AC, pegalnya akan sembuh. Sedangkan masuk angin kronis tidak sekadar di bawah kulit, tapi sudah sampai ke dalam otot. Jadi, perlu pemanasan dalam sampai kedalaman 3-4 cm di bawah kulit, dan itu tak mungkin dicapai dengan kerokan.

Cara kerokan paling efektif adalah "menggarap" daerah belakang tubuh, kepala atau leher. Pola umum kerokan biasanya membentuk garis-garis lurus dari atas ke bawah dan miring di sisi kiri kanan ruas-ruang tulang belakang ataupun pada leher bagian belakang. Itu bukannya tanpa alasan. Pada tubuh kita terdapat sekira 360 titik akupunktur utama yang berhubungan dengan organ penting. Begitu pun pada tubuh bagian belakang, terdapat titik-titik yang berhubungan dengan organ dalam tubuh (organ viscera).

Dengan pola kerokan yang benar, yakni ditarik lurus ke bawah di sisi kiri kanan ruas tulang belakang, kemudian digeser condong ke arah kiri dan kanan, reaksi optimal dapat dicapai. Gosokan-gosokan itu mungkin secara tidak sengaja menekan titik-titik akupunktur tertentu di tubuh bagian belakang.

Namun, perlu dipertimbangkan bahwa tiap orang memiliki kepekaan kulit dan daya tahan terhadap rasa sakit yang berbeda-beda, ada yang terbiasa dikerok sedikit, tapi tak jarang ada yang suka dikerok dalam-dalam sampai merah padam. Sebenarnya, tak ada aturan hasil kerokan harus sampai merah darah.

**

SAMPAI saat ini belum ditemukan efek samping kerokan. Yang jelas, cara ini bisa menimbulkan ketagihan. Kalau jaringan kulit dikerok, akan timbul reaksi jaringan. Bisa reaksi lokal, atau yang bersifat neural (saraf). Reaksi lokal terlihat langsung, misalnya warna merahnya kulit. Kerokan dengan intensitas kuat dan frekuensi rendah mengenai titik-titik saraf yang berhubungan dengan otak sehingga organ ini menyekresikan hormon endomorfin (B-endorfin, dinorfin, dan enkepalin).

B-endorfin menimbulkan rasa nyaman karena ia berfungsi mengendalikan rasa nyeri. Adanya zat-zat itu dalam darah menyebabkan penderita merasa lebih bugar. B-endorfin juga merangsang organ viscera, terutama paru-paru dan jantung, sehingga penderita bisa bernapas lebih lega, serta peredaran darahnya jadi lebih baik.

Kemungkinan, penyebab ketagihan pada kerokan adalah zat morfin (endorfin). Padahal, tujuan tubuh mengeluarkan zat morfin hanya untuk reaksi lokal. Karena kebiasaan, penderita pun jadi ketagihan. Nah, masih ingin bertahan dengan cara tradisional ini? Kalau begitu, kerok saja! (dr. Prasanthi)***
lol

what do you think?
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
yoshie.joshie
Pemulung


Jumlah posting : 2
Reputation : 0
Join date : 03.02.11

PostSubyek: Re: masuk angin atau hipoglikemi?   Thu Feb 03, 2011 9:44 pm

kalo mnurut ak istilah masuk angin tu sudah terlalu luas dipakenya, sampe2 smua gejala disebut masuk angin... *pengalaman pribadi si* lol ahhahahahha
kalo pegel2 dibilang masuk angin, kalo kentut2*hahha* dibilang masuk angin, mencret2 dibilang masuk angin... lol

back to kasus... kalo mnurut ak dio ni hipoglikemi. nah pas pingsan dio diurut dio sadar tu mnurut ak gara2:
1. si penderita dipaksa utk sadar dngan memberi rangsangan nyeri dngan diurut2 sama kayak dikasih minyak angin (rangsangan dingin dan aroma mint)
2. waktu pingsan pasien mmang sudah lewat.. "tapi ttep tetangga gw ga sadar. 10 menit kemudian, datenglah tukang urut. periksa tetangga gw itu. " dulu ak pernah pingsan cuman 3-5 mnitan bae... hehe

jadi ksimpulannya kasus ini mnurut ak hipoglikemi. dio puasa trus kerja berat. afro
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
chacha
Pemulung


Jumlah posting : 6
Reputation : 0
Join date : 03.02.11
Age : 24

PostSubyek: Re: masuk angin atau hipoglikemi?   Thu Feb 03, 2011 9:57 pm

(jawaban orang dengan pengetahuan seadanya)


mengerok seseorang menyebabkan pori-pori kulit melebar (dgn harapn angin dalam tubuh keluar - menurut orang awam), terus ketika kulit dikerok terbentuklah rangsang mekanis yg merangsang reseptor nociceptif tubuh yang meransgang pelepasa hormon seperti yg dijelaskan di artikel yg enggar post.

dampak diurut -> memperlancar sirkulasi sehingga O2 masuk lg k otak yg udah kekurangan O2 (makanya pingsan tad), sehingga kerja saraf normal lg jadilah deh matanya nutup lagi n ritme pernapasan mulai normal lagi


BP normal coz g da kehilangan volume cairan



kesimpulan : hipoglikemi akut. udah kritis cadangan tubuh. seharusnya di revive dlu kesadarny pake ABC, terus dikasih yg teh manis hangat.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: masuk angin atau hipoglikemi?   Today at 5:29 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
masuk angin atau hipoglikemi?
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» ganti slang rem tp kurang pakem n ngeblong
» jaket kulit sapi full protector anti masuk angin...cocok buat bro yang doyan turing/jalan-jalan malem
» Waspada, Penahan Angin Bisa Mengundang Bahaya!
» [Ask]UU motor ga boleh masuk tol
» Ukuran Tekanan angin nitrogen buat balap

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
FORUM FK UNSRI  :: Clinical Centre (Quiz+case)-
Navigasi: